Saat ini kita memperingati hari anak nasional. Sebagai anak tentu mereka akan merasa senang dengan peringatan ini. Sesuai dengan karakter mereka, keceriaan pasti menjadi hal yang utama. Namun demikian, sebagai manusia, mereka sudah selayaknya untuk melakukan instrospeksi diri. Anak adalah amanah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada para orang tua untuk didik dan bina agar menjadi manusia yang sempurna. Untuk itu, instrospeksi diri itu sebenarnya harus dilakukan oleh para orang tua tentang amanah yang telah mereka terima.
Amanah, dalam kamus popular diartikan sebagai kepercayaan, jujur dan setia dalam menjalankan sesuatu tugas dan tanggung jawab. Pengertian ini mengandung makna yang sangat dalam. Orang tua sebagai pemegang amanat apakah kembali memperhatikan pengertian amanah ini.
Karena amanah akan dimintai pertanggung jawabannya oleh pemberi amanah, sudahkah para orang tua kita melihat kembali kepada anaknya. Adakah anak tersebut sudah memenuhi hak-haknya, adakah amanat yang diberikan sudah sampai kepada si anak. Beberapa pertanyaan ini untuk mengingatkan para orang tua, bahwa kewajiban terhadap anak merupakan kewajiban yang sangat mendasar dan penting.
Semua orang tua pasti telah memenuhi kebutuhan jasmani anaknya. Makanan, pakaian, perumahan dan sebagainya. Tetapi secara rohani, apakah kebutuhan itu terpenuhi ? Banyak orang tua yang mulai mengabaikan pendidikan rohani anaknya. Pengetahuan budi pekerti, sopan santun, moral, dan sejenisnya mulai dikesampingkan. Begitu banyak anak yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas akbiat kurangnya pemahaman moral, etika, budi pekerti, dan sopan santun. Semua itu terjadi akibat kurangnya perhatian orang tua kepada anak-anaknya.
Karena anak merupakan amanah, Allah SWt pasti meminta pertanggung jawaban orang tua bagi anak-anaknya yang rusak mental spiritualnya. Orang tua tidak bias mengelak bahwa itu hak si anak, tapi Allah SWT pasti akan meminta pertanggung jawaban orang tua kenapa anaknya ruska mental dan spiritualnya.
Menjadi orang tua memang tidak mudah. Tetapi karena orang tua sudah bersedia mengemban amanah dari Allah SWT, maka harus siap dengan segala konsekwensinya. Suatu saat, segala alas an yang dibuat di dunia ini yang seolah-olah keburukan moral dan spiritual anak merupakan akibat perbuatannya sendiri, kelak, semua itu tak akan berguna. Orang tua pasti akan ikut menanggung akibat dari perbuatan anaknya.
Anak yang murtad, syirik, maksiat, dan segalanya pasti di mulai dari orang tuanya. Entah itu karena perhatian yang kurang, orang tua yang sengaja mendidik anak ke arah itu, atau apapun sebabnya, yang pasti orang tua ikut bertanggung jawab.
Hari anak nasional merupakan hari bagi orang tua untuk melakukan pemeriksaan kembali atas apa yang telah dilakukan untuk anak-anaknya. Hari anak bukan semata-mata memberikan kesenangan kepada anak, tetapi lebih kepada upaya orang tua untuk melihat kembali ke belakang tentang pelajaran yang telah diberikan kepada anak, tentang perlakuan kepada anak, atau tentang prilaku dan tatakrama anak. Orang tualah yang harus memberikan pengertian kepada anak atas apa yang telah mereka lakukan selama ini.
Selamat hari anak, dan selamat kepada para pengemban amanah untuk merenung kembali atas amanah yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Semoga para orang tua semakin sadar bahwa nasib anak-anak mereka berada dipundak para orang tua itu. Wallahu ‘alam